Minggu, 10 Mei 2015

LAPORAN SEMESTER BIOKIMIA

PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Pada proses perkembangannya protein dan asam amino sangat diperlukan di dalam kehidupan, maka dengan hal tersebut manusia harus mengenal dan mengetahui penertian dari asam amino dan protein. Bukan hanya pengertiannya saja melainkan manfaatnya dalam tubuh manusia dan tubuh ternak.
            Semua asam amino mengandung gugus fungsional yang dapat bekerja sebagai asam atau basa, tergantung pada pH lingkungan, prosedur ekstrasi, dan pemurnian protein sangat beragam tergantung pada jenis proteinnya .
            Protein dan asam amino banyak dijumpai di alam yang terdiri sangat bamyak macam-macamnya. Sifat kimia dan fisik protein sangat beragam, misalnya ukuran, berat molekul, kelarutan konformasi, susunan dan deret asam amino penyusunya.
Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsinya seperti bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai aktivitas seperti berolahraga atau bekerja. Di dalam ilmu gizi secara sederhana karbohidrat dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu karbohidrat sederhana & karbohidrat kompleks dan berdasarkan responnya terhadap glukosa darah di dalam tubuh, karbohidrat tersebut dapat dibedakan berdasarkan nilai tetapan indeks glicemik-nya (glycemic index).
Pada proses keperluan yang dibutuhkan karbohidrat merupakan suatu komponen penting pada beberapa senyawa struktural, seperti pada dinding sel tanaman, bakteri dan jaringan pengikat. Dan pada umumnya karbohidrat juga didefenisikan sebagai senyawa organik yang paling berlimpah di bumi dan paling besar senyawa penyusun struktur tubuh manusia. Karbohidrat dibentuk pada tanaman tinggi dan beberapa ganggang selama fotosintesis dengan memanfaatkan cahaya matahari.
Lipida adalah senyawa organik yang tidak larut dalan air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzena dan eter. Komposisi lipida berbeda dengan molekul air ataupun karbohidarat, karena mellipida mempunyai sifst fisik yang berbeda dengan kedua makro nutrien tersebut. Dalam hal ini perlu dilakukan uji untuk melihat daya larut dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut ynag berbeda dan uji untuk mengamati keadaan emulsi dari lamak dan zat yang berfungsi sebagai emulgator.
 Enzim ialah sejenis protein yang bertindak sebagai mangkin organik yang dapat mengawal atur serta mempercepatkan tindak balas biokimia dalam sel .Enzim terbina daripada protein yang dihasilkan oleh sel hidup. Tindakan enzim spesifik. Setiap jenis enzim hanya bertindak balas dengan substrat tertentu saja. Contoh: enzim sukrase hanya boleh berindak balas dengan sukrosa tetapi tidak boleh bertindak balas dengan maltosa walaupun kedua-duanya adalah gula. Tindak balas enzim boleh berbalik. Arah tindak balas bergantung kepada jumlah substrat dan hasil yang ada. Tindak balas penguraian lemak akan berlaku dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri sehingga keseimbangan tercapai antara kedua-dua substrat.Enzim diperlukan dalam kuantiti yang kecil. Sedikit enzim akan memangkinkan satu bilangan besar tindak balas biokimia yang sama.Enzim tidak boleh dimusnahkan selepas tindak balas biokimia selesai. Oleh itu, enzim boleh digunakan berulang kali.Suhu optimum bagi tindak balas enzim ialah pada 37oC.

Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari  praktikum  protein dan asam amino adalah untuk melihat daya larut berbagai asam amino dalam pelarut-pelarut yang berbeda, untuk mengidentifikasi asam @ amino, dan untuk mengidentifikasi asam amino yang mengandung gugus fenolik (tirosin). Pada praktikkum karbohidrat adalah untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi, untuk menguji adanya karbohidrat dari beberapa bahan yang diuji, dan untuk memeriksa adanya gugus keton pada gula (fruktosa) juga dapat digunakan untuk aldoheksosa (glukosa), tetapi reaksinya agak lambat.
            Pada praktikum lipida adalah untuk melihat daya kelarutan lipida dan asam-asam lemak dan berbagai pelarut dan untuk mengamati keadaan emulsi dari lemak dan zat yang bertindak sebagai emulgulator. Dan pada enzim adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain dalam krim santan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.
            Adapun manfaat dari praktikum protein dan asam amino adalah dapat membedakan asam amino dengan protein, pada karbohidrat manfaatnya adalah dapat mengenal dan membedakan dari masing-masing percobaan yang telah dilaksanakan dan dapat menyimpulkannya, pada lipida manfaatnya adalah dapat membedakan antara lemak dan minyak, dan pada enzim manfaatnya adalah dapat membedakan fungsi enzim pada manusia, hewan maupun tumbuhan.















TINJAUAN PUSTAKA

Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik pada tiap gugusnya, sehingga dari suatu reaksi dapat diketahui komponen asam amino suatu protein. (Ardith, 2000).
Asam amino bebas adalah asam amino dimana gugus aminonya tidak terikat. Pada percobaan uji ninhidrin asam amino akan mambentuk warna ungu karena dapat bereaksi dengan ninhidrin. Hal ini menunjukkan bahwa asam amino tersebut adalah asam amino bebas . (Trolsen, 1991).
            Semakin banyak ninhidrin pada zat uji yang dapat bereaksi semakin pekat warnanya. Hal ini juga mendasari bahwa uji ninhidrin dapat digunakan untuk menentukan asam amino secara kuantitatif. (Marston.1990).
Pada uji biuret, biasanya pada protein yang diujikan akan memberikan hasil yang  positif. Biuret bereaksi akan membentuk senyawa kompleks Cu dengan gugus –CO dan –NH pada asam amino dalam protein. Fenol tidak dapat bereaksi dengan biuret, karena fenol tidak memiliki gugus –CO dan – NH pada molekulnya. (A, Lehninger, 1998).
            Protein yang mengandung sedikitnya satu gugus karboksil dan asam amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin dan akan membentuk persenyawaan baru. Uji ini bersifat umum untuk semua asam amino dan menjadi penentuan dasar penentuan kuantitatif asam amino. Pada uji ini, hanya kasein yang menunjukkan uji negatif terhadap ninhidrin, karena pada kasein tidak mengandung sedikitnya satu gugus karboksil dan amino yang terbuka. (Ophart, C.E, 2003).
            Pemanasan akan membuat protein bahan terdenaturasi sehingga kemampuan mengikat airnya menurun. Hal ini terjadi karena energi panas akan mengkibatkan terjadinya interaksi non kovalen yang ada pada struktur alami protein tetapi tidak memutuskan ikatan kovalennya yang berupa ikatan petida. Proses ini biasanya berlanbgsung pada kisaran suhu yang rendah .(Ophart, 2003).
            Asam amino bersifat antara asam lemah dan basa lemah ia akan terionisasi diantara asam dan basa dalam larutan berair yang disebut amfoterik, sebagai contoh adalah glisin. Senyawa-senyawa amfoterik akan bereaksi dengan asam atau basa akan membentuk garam. (Routh, 1998).
            Kondensasi dari hidroksi naftol fultural (heksosa) atau fultural (pentosa) dengan alfa , maka naftol akan membentuk suatu cincin berwarna ungu. Secara potensial karbohidrat dapat dikonversi menjadi hidroksi aldehid atau keton. (Bernard, 2000).
            Pada uji Molisch biasanya hasil yang diperoleh adalah karbohidrat yang telah dicampur dengan pereaksi molisch akan membentuk cincin berwarna ungu. Hal tersebut menunjukkan bahwa uji molisch sangat spesifik untuk membuktikan adanya golonganbmonosakarida, disakarida, dan polisakarida pada larutan karbohidrat yang diuji. (Ralph, J. Fessenden, Joan, S, Fessenden, 1997).
            Pada uji fermentasi atau yang sering disebut dengan peragian biasanya menghasilkan gas CO2 dan gas tersebut dihasilkan lebih cepat terjadi pada monosakarida, khususnya pada glukosa. Hal ini menunjukkan bahwa monosakarida lebih reaktif dari disakarida ataupun polisakarida. Selain itu, pati dan disakarida lainnya merupakan molekul yang relatif lebih besar dibandingkan dengan monosakarida, sehingga kemampuan ragi untuk mencerna, mengubah pati tersebut menjadi etil alkohol dan karbondiksida lebih banyak memerlukan energi dan waktu yang lebih lama. (Hard, Harold, 1993).
            Pada uji seliwanof merupakan pembentukan 4-hidroksimetil fultural. Ini merupakan reaksi antara fruktosa, sukrosa, laktosa dan manosa. Dan hasil yang biasa dihasilkan adalah berwarna jingga. Biasanya reaksi ini tidak terjadi pada pati dan laktosa, karena pati terdiri dari unit-unit glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4 a-glikosida, sedangkan laktosa tersusun dari galaktosa dan glukosa yang dihubungkan oleh ikatan lainnya, dan keduanya merupakan aldosa. (Lehninger, 1993).
            Berdasarkan struktur molekulnya,pada dasarnya asam amino adalah senyawa yang bemuatan ganda atau zwitter ion.Keadaan ini mudah berubah karena dipengaruhi oleh bkeadan sekitar atau PH lingkungan. (Balch, 2000).
            Pada pH rendah asam amomino akan bermuatan positif sedangkan pH tinggi akan akan bermuatan negatif. Pada pH 4,8-6,3 (pH isoelektris) asam amino akan berada dalam keadaan dipolar. (Key et la,1999).
Pada tabung fermentasi muncul gelembung-gelenbung CO2 dan dapat dicium bau alkohol pada larutan tersebut. Hal ini menunjukkan merupakan karbohidrat yang dapat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat dipermentasi. (Anna, 1994).
            Hanya patilah yang menunjukkan reaksi positif bila direaksikan dengan iodium. Hal ini disebabkan karena dalam larutan pati terdapat unit-unit glukosa pada komplyang membentuk rantai heliks karena ada ikatan kofigurasi pada setiap unit glukosa.Bentuk ini dapat menyebabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dap[at masuk kedalam spiralnya,sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut. (Keynes, 2000).
            Minyak mempunyai  sifat tidal larut dalam pelarut polar dan larut dalam pelarut non polar seperti alkohol panas, eter, klloroform, benzena. Pada hasil percobaan , minyak kelapa yang teteskan pada kloroform dan eter akan larut dan tidak larut dalan air. (Amstrong, 1995).
            Pada uji kelarutan lipid, hampir semua jenis lipid yaitu lemak dan minyak tidak larut dalam pelarut polar seperti air, namun larut seperti pelarut non polar seperti kloroform,eter dan benzena. (Riawan, 1990).
Lipid adalah sekumpulan senyawa di dalam tubuh yang memiliki ciri-ciri dengan malam, gemuk atau minyak. Karena bersifat hidrohidrofobik golongan senyawa ini dapat dipakai tubuh sebagai sarana yang bermanfaat untuk berbagai keperluan. Misalnya jenis lipid yang dikenal sebagai trigliserida berfungsi sebagai bahan bakar yang penting. Senyawa ini sangat efesien untuk dipakai sebagai simpanan bahan penghasil energi karena terkumpul dalam butir-butir kecil yang hampir bebas air, membuatnya jauh lebih ringan daripada timbunana karbohidrat setara yang sarat air. (A, Girindra, 1996).
            Jenis lipid yang lain merupakan bahan struktural yang penting, kemampuan jenis lipid ini untuk saling bergabung menyingkirkan air dan senyawa polar lain menyebabkannya dapat membentuk membran, sehingga memungkinkan adanya berbagai organisme yang kompleks. Membran tersebut memisahkan satu sel dengan sel yang lain di dalam jaringan, serta memisahkan berbagai organel di dalam ruangan menjadi ruangan-ruangan yang memiliki ciri-ciri tertentu, sehingga dapat diatur atau ditata sendiri. (Gilvery dan Goldstein, 1996).
Asam oleat dan gliserol larut dalam air maupun alkohol.Hal ini disebabakan karena pada gliserol dan asam oleat mempunyai kepala polar berupa gugus –OH yang dapat berikatan hidrogen dengan molekul air dan alkohol.(Harper,2000)
            Pada uji kelarutan lipid dengan pelarut alkohol lipid berupa minyak kelapa, mentega dan margarin tidak larut dalam alkohol panas dan dingin, sedangkan asam oleat dan gliserol larut didalamnya dan stearat hanya larut dalam alkohol panas, sedangkan pada alkohol dingin tidak larut. (Keynes, 2000).
            Sabun digunakan sebagai pembersih kotoran terutama kotoran yang bersifat seperti lemak atau minyak karena sabun dapat mengemulsikan atau minyak. Jadi sabun dapat berfungsi sebagai emulgator. (Riawan, 1990).
Enzim dipengruhi oleh beberapa faktor terutama adalah substrat, suhu, keasaman , kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein yang dapat mengalami perubahan jika suhu dan keasaman berubah. (Arora, 2000).
            Reaksi yang dikatalisasi oleh enzim molekul awal reaksi tersebut disebut sebagai substrat,dan enzin dapat mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda disebut  produk. Hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat. (Andrew, 1990).
Jika krim santan kelapa dicampur dengan getah buah pepaya, maka rasa, bau, dan warnanya sangat jarang disukai oleh orang, karena baunya tidak enak untuk dicium, rasanya pahit, dan memiliki warna yang keruh. Hal ini disebabkan karena enzim dari buah pepaya lebih banyak berperan daripad krim santan kelapa. (Guyton, 2005).
            Krim santan kelapa mengandung pati yang sangat disukai oleh banyak orang . Sebab krim santan kelapa memiliki rasa, bau, dan warna yang carah dan enak dilihat oleh mata, serta memiliki aroma yang khas. (Michael, Purba, 1998).
            Beberapa enzim dapat bekerja sama dalam ururtan tertentu dan menghasilkan lintasan metabolisme. Dalam lintasan metabolisme, satu enzim akan membawa produk lainnya sebagai substrat yang berbeda-beda.
 Diajukan bahwa kespesifikan substrat yang sangat luas ini sangat pentimg terhadap evolusi  lintasan bisintstik yang baru. (A. Lehninger, 1995).
Enzim adalah suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalisator reaksi-reaksi biokimia pada mahluk biologi. Zat-zat yang diuraikan oleh reaksi disebut substrat. (Trolsen , 1990).
            Aktivitas enzim disebut juga sebagai kinetika enzim. Kinetika enzim adalah kemampuan enzin dalam membantu reaksi kimia. Kemampuan enzim dapat dihitung dengan mengukur jumlah produk yang terbentuk, atau dengan menghitung substrat dalam satu satuan waktu .(Marston, 1998).
            Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang dapat mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia .Hampir semua enzim merupakan protein .(Basya, 2000).
















MATERI DAN METODA

Waktu dan Tempat
            Praktikum biokimia dasar ini dilaksanakan setiap hari Selasa, yang dimulai dari pukul 14.00 wib sampai dengan selesai dan diadakan di Laboratorium MIPA Universitas Jambi.

Materi
            Pada praktikum protein dan asam amino alat dan bahan yang digunakan adalah :
Pada kelarutan asam amino, HCl 0,5 ml, NaOH 0,5 ml, etanol, kloroform, asam-asam amino (glisin, lisin, glutamat, alanin) masing-masing 30 gram, tabung reaksi, beker glass, dan batang pengaduk. Pada uji Ninhidrin, asam-asam amino (glisin, tirosin, histidin, arginin, dan tritofan) masing-masing sebanyak 5 tetes, Ninhidrin 0,5 ml dipersiapkan sebelum digunakan, tabung reaksi, pipet tetes, gelas ukur, erlenmeyer, penangas air dan penjepit tabung reaksi. Pada uji Millon, asam-asam amino (glisin, tirosin, histidin, arginin dan tritofan) masing-masing sebanyak 5 tetes, fenol, NaNO3, pereaksi Millon, tabung reaksi, pipet tetes, gelas ukur, erlenmeyer, penjepit tabung reaksi, dan penangas air.
            Pada praktikum karbohidrat alat dan bahan yang digunakan adalah :
Pada peragian, larutan monosakarida, ragi, NaOH, akuades, tabung reaksi,bdan tabung fermentasi. Pada uji Iod, selulosa, akuades, dan tabung reaksi. Pada uji Seliwanof, pereaksi Seliwanof 0,5 ml, fruktosa, glukosa, tabung reaksi, pipet tetes dan penangas air.
            Pada praktikum Lipida alat dan bahan yang digunakan adalah :
Pada uji daya kelarutan lipida, asam-asam lemak ( stearat dan asam oleat), lemak dan minyak ( lard, butter, margarin, olive), fosfolipida, kolesterol, pelarut, tabung reaksi, kertas saring, pipet tetes, dan erlenmeyer. Pada emulsi dari lemak, minyak parafin, minyak kelapa, HCl encer, kolesterol, soda, tabung reaksi dan raknya, kertas saring dan pipet tetes.
            Pada praktikum enzim alat dan bahan yang digunakan adalah krim santan kelapa, getah buah pepaya, akuades, alkohol 70% dan 90%, NaOH dan KOH, dan kantong plastik.

Metoda
            Adapun cara yang dilakukan pada praktikum protein dan asam amino adalah :
Pada kelarutan asam amino, siapkan 5 buah tabung reaksi yang diisi dengan pelarut HCl, NaOH, asam glutamat dan air masing-masing 3 ml. Larutkan kira-kira 0,5 ml asam amino ke dalam masing-masing pelarut tersebut, gunakan pengaduk bila perlu, catat bagaimana hasilnya dan buat kesimpulannya. Pada uji Ninhidrin, masukkan 2 ml asam amino yang akan di identifikasi ke dalam tabung reaksi dengan pH netral, kemudian tambahkan pereaksi Ninhidrin, didihkan selama 2 menit dalam penangas air, lalu amati warna hasil reaksi, dan simpulkan hasil pengamatan yang diperoleh. Pada uji Millon, siapkan larutan asam amino yang akan diidentifikasi ke dalam tabung reaksi masing-masing 1 ml, tambahkan 5 tetes pereaksi Millon dan didihkan selama 10 menit, dan tambahkan 5 tetes NaNO3, kemudian amati warna hasil reaksi dan simpulkan hasil pengamatan anda.
            Cara yang dilakukan pada praktikum kaarbohidrat adalah :
Pada peragian, masukkan larutan monosakarida ke dalam sebuah tabung reaksi, kemudian tambahkan sedikit ragi, kocoklah sampai terjadi suspensi, kemudian suspensi tersebut dimasukkan ke dalam tabung fermentasi, biarkan sejenak pada psuhu 30°C sehingga membentuk CO2, tambahkan NaOH ke dalam suspensi tersebut sehingga terbentuk reaksi CO2 + 2 NaOH —> Na2CO3 + H2O. Lakukan cara kerja di atas tanpa menggunakan ragi, sebagai blangko.
            Pada uji Iod, masukkan larutan yang diuji ke dalam tabung reaksi, tambahkan HCl encer, kemudian tambahkan lagi 2 tetes Iod. Sebagai bangko lakukan prosedur 1 dan 2 tanpa menggunakan larutan yang diuji, kemudian bandingkan warna yang terjadi antara yang menggunakan larutan uji dengan blangko.
            Pada uji Seliwanof. Siapkan 2 buah tabung reaksi yang masing-masing diisi 2 ml pereaksi Seliwanof, kemudian pada tabung pereaksi 1 ditambahkan 2 tetes fruktosa, dan pada tabung ke 2 ditambahkan 2 tetes glukosa. Selanjutnya panaskan kedua tabung tersebut sampai mendidih selama 1 menit, catat terbentuknya warna merah gelap.
            Cara yang dilakukan pada praktikum lipida adalah
Pada daya kelarutan lipida, periksalah larutan lipida dan asam-asam lemak dalam air dan pelarut-pelarut diatas, catat perbedaan diantara gugus-gugus utama lipida, teteskan 1 tetes larutan lipida di atas kertas saring dan biarkan kering, kemudian amati pembentukan suatu noda lemak yang jernih. Masukkan 1 ml air tambahkan lipida yang telah dilarutkan dalam etanol ke dalam tabung reaksi, catat penampakan. Masukkan air 3 ml ke dalam 2 tabung reaksi, tambahkan 2 tetes minyak zaitun ke dalam 2 buah tabung reaksi, tambahkan lagi larutan lesitin ke dalam salah satu tabung reaksi dan minyak zaitun ke dalam tabung reaksi yang lain. Kocok campuran dengan baik dan bandingkan stabilitas emulsi yang terbentuk.
            Pada emulsi, gunakan 4 tabung yang masing-masing isi ± 5 ml air, kemudian tabung 1 tambahkan dengan 1 tetes minyak parafin dan 1 tetes HCl encer, tabung ke 2 tambahkan 1 tetes minyak kelapa dan 1 tetes HCl encer, tabung ketiga tambahkan dengan 1 tetes minyak parafin dengan 1 tetes soda, dan tabung ke 4 tambahkan dengan 1 tetes minyak kelapa dan 1 tetes soda. Setelah dicampur kemudian amatilah emulsi yang terjadi dan jelaskan masing-masing keadaan tabung reaksi.
            Cara yang digunakan pada enzim adalah ke dalam 100 ml krim santan kelapa tambahkan 3ml getah buah pepaya, dan yang lain hanya krim santan kelapa saja. Kemudian amatilah warna, rasa, dan bau pada kedua percobaan tersebut, kemudian hitung berapa orang yang menyukai dan yang tidak menyukai rasa, bau maupun warna kedua percobaan tersebut.



HASIL DAN PEMBAHASAN

            Adapun hasil yang didapatkan setelah melakukan praktikum tentang protein dan asam amino adalah dengan mencampurkan HCl dengan asam amino ternyata hasilnya tidak mengalami perubahan atau dapay juga dikatakan tidak melarut, dan hasil – hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
            Pencampuran NaOH dengan dengan lisin hasilnya adalah tidak ada perubahan, etanol dicampur dengan glutamat hasilnya juga tidak mengalami perubahan, dan pada air yang dicampur dengan alanin hasilnya juga tidak mengalami perubahan.
            Pada uji Ninhidrin, tirosin yang sudah dipanaskan berubah menjadi warna biru, glisin yang telah dipanaskan berubah menjadi warna biru tua, arginin yang telah dipanaskan berubah menjadi warna ungu, dan apabila tritofan yang telah dididihkan berubah menjadi warna ungu.
            Pada uji Milon, arginin yang sudah dipanaskan tidak mengalami perubahan warna, glisin yang telah dipanaskan tidak mengalami perubahan warna, histidin yang telah dipanaskan berubah menjadi warna putih susu, tritofan yang telah dipanaskan berubah menjadi warna kuning, dan tirosin yang telah dipanaskan berubah menjadi merah.
            Pada uji Ninhidrin asam amino yang telah ditambahkan reaksi Ninhidrin dan setelah dipanaskan, ternyata semua asam amino tersebut tidak menghasilkann warna yang berbeda. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat  Trolsen (1991),  yang menyatakan bahwa pada percobaan uji ninhidrin asam amino akan membentuk warna ungu karena dapat bereaksi dengan ninhidrin. Menurut Basya (1997) yang menyatakan bahwa penentuan percobaan ninhidrin diperoleh hasil akhir adalah positif dan perubahan warna yang terjadi adalah warna  biru ungu. Menurut Conway (1992), menyatakan bahwa uji ninhidrin dilakukan dengan menambahakan beberapa tetes larutan ninhidrin yang tidak berwarna pada kedalam sampel,lalu dipanaskan beberapa menit akan membentuk senyawa bewarna biru.Semakin banyak pelarut ninhidrin pada zat uji yang bereaksi maka akan semakin pekat warnanya (Basya,1999).
Kesalahan hasil pada uji Ninhidrin mungkin disebabakan karena kesalahan dalam melaksanakan praktikum. Misalnya larutan Ninhidrinnya terlalu banyak atau mungkin juga karen awaktu pemanasan terlalu lama ataupun terlalu cepat.
            Sedangkan pada uji Millon hasilnya adalah asam amino mengalami perubahan warna.  Asam amino yang mengalami perubahan warna berarti asam amino tersebut bereaksi dengan senyawa yang mengandung radikal hidroksi benzena dan akan memberikan reaksi positif. Sedangkan asam amino yang tidak mengalami perubahan warna adalah kebalikan dari yang mengalami perubahan warna. Hal tersebut sesuai dengan pendapat A. Girindra, dimana beliau memiliki prinsip bahwa tirosin merupakan asam amino yang mempunyai molekul fenol pada gugs R nya yang akan membentuk garam merkuri dengan pereaksi Millon. Itulah sebabnya tirosin tidak mengalami perubahan warna, sebab tirosin mengandung molekul fenol, yang menyebabkan tirosin tidak dapat mengalami perubahan warna.
            Pada peragian hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut, Fruktosa dicampurkan dengan ragi, setelah dicampurkan maka terjadi perubahan warna menjadi warna susu dan ada terdapat gelembung-gelembung gas. Glukosa dicampur dengan ragi dan NaOH terdapat gelembung gas, tetapi gelembung gasnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan gelembung gas yang terdapat pada fruktosa. Maltosa yang dicampur dengan ragi dan NaOH hasilnya adalah terdapat gelembung gas yang halus dan tidak terlalu banyak. Dan pada selulosa yang dicampur dengan ragi dan NaOH hasilnhya adalah terdapat gelembumg gas, tetapi tidak terlalu kelihatan.
            Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Hard, Harold, 1993), dimana beliau menyatakan bahwa pada uji fermentasi atau yang sering disebut dengan peragian biasanya menghasilkan gas CO2 dan gas tersebut dihasilkan lebih cepat terjadi pada monosakarida, khususnya pada glukosa. Hal ini menunjukkan bahwa monosakarida lebih reaktif dari disakarida ataupun polisakarida. Selain itu, pati dan disakarida lainnya merupakan molekul yang relatif lebih besar dibandingkan dengan monosakarida, sehingga kemampuan ragi untuk mencerna, mengubah pati tersebut menjadi etil alkohol dan karbondiksida lebih banyak memerlukan energi dan waktu yang lebih lama.
            Pada uji iod hasil yang diperoleh adalah selulosa yang dicampur dengan HCl 0,1 M dan yang ditetesi dengan iod, maka hasil yang diperoleh adalah selulosa berubah menjadi warna putih, sedangkan pada aquades yang dicampur dengan HCl 0,1 M dan kemudian yang ditetesi dengan iod sebanyak 2 tetes, maka hasil yang diperoleh adalah aquades berubah menjadi warna putih kekuning-kuningan.
            Hal tersebut sesuai dengan pendapat Pendapat Muchtadi berhubungan erat dengan hasil percobaan yang telah dilakukan, dimana hasil percobaan juga menghasilkan warna biru. Tetapi, jika dibandingkan dengan pendapat Sudarmadji, maka hal ini bertentangan atau tidak sesuai, sebab Sudarmadji menyatakan bahwa karbohidrat yang terhidrolisis dengan asam akan menghasilkan warna biru, sementara selulosa dan akuades tidak dilarutkan dalam asam.
            Pada uji Seliwanof, setelah larutan fruktosa ditambahkan dengan pereaksi Seliwanof, yang telah dipanaskan dan setelah beberapa menit ketika dipanaskan tidak ada terjadi perubahan warna. Sedangkan larutan glukosa ditambahka dengan pereaksi Seliwanof dan setelah dipanaskan tidak ada terjadi perubahan.
Dari hasil praktikum ini  sangat bertentangan dengan pendapat  Harper et al (1991) yang menyatakan bahwa fruktosa dapat bereaksi dengan reagen seliwanoff dan memberikan warna kompleks merah cerah.Hal ini menunjukkan bahwa fruktosa mengandung keton sedangkan glukosa tidak mengandung gugus keton sehingga tidak bereaksi dengan reagen seliwanoff.Tetapi dalam hal percobaan ini antara fruktosa dan glukosa dinyatakan tidak mengandung gugus keton da sama-sama menghasilkan warna coklat.Ini menunjukkan bahwa adanya kesalahan dalam praktikum yang dilakukan.
            Tetapi menurut Price (2000) yang menyatakan pada reaksi fruktosa,sukrosa.dan laktosa yang mendasari uji seliwanoff bahwa fruktosa merupakan ketosa dan sukrosa atas glukosa dan fruktosa sehingga bereaksi dengan pereksi seliwanoff menghasilkan senyawa bewarna jingga.Hal ini sangat berlawanan dengan hasil praktikum yang dilakukan oleh praktikan.
            Hasil yang diperoleh dari praktikum lipida adalah sebagai berikut
            Pada daya kelarutan lipida, setelah stearat diteteskan ke atas tissue, ternyata ada noda-noda kecil yang berwarna putih, sedangkan jika asam oleat diteteskan diatas tissue, ternyata hasil yang didapatkan adalah tidak ada terdapat noda di atas tissue. Dan hasil pencampuran anatara aquades dengan stearat dan etanol adalah tidak larut, sedangkan pada pencampuran aquades dengan asam lemak hasilnya adalah tidak larut. Dan pada pencampuran aquades dengan minyak zaitun adalah melarut, sedangkan pada pencampuran aquades dengan minyak zaitun ditambah dengan lesitin (putih telur) hasilnya adalah melarut.
Menurut Anderson (1993) menyatakan bahwa asam oleat larut didalam air sedangkan stearat tidak larut dalam air , hal ini sangat berbeda dengan hasil yang di dapat dari praktikum yaitu bahwa asam oleat tidak larut dalam air sedangkan stearat larut dalam air sedangkan stearat larut dalam air yang sangat berbanding terbalik dengan pendapat dari Keynes.Hal ini membuktikan bahwa stearat merupakan salah satu jenis lemak dan asam oleat bukan merupakan lipida, hal ini didukung oleh teori A. Girindra.
Kemudian pada emulsi dari lemak, pada pencampuran 1 tetes minyak parafin ditambah dengan 1 tetes HCl encer + 1 tetes minyak kelapa + 1 tetes HCl encer + 1 tetes minyak parafin + 1 tetes + soda dan 1 tetes minyak kelapa dan 1 tetes soda, hasilnya adalah tidak melarut dan tidak ada terjadi emulsi.
Hal in sesuai dengan pendapat dari Riawan (1990) yang menyatakan tentang emulsi itu dapat dihindari dengan penggunaan sabun, dimana sabun dapat digunakan sebagai pembersih kotoran, terutama kotoran yang bersifat seperti lemak atau minyak, karena sabun dapat mengemulsikan sabun atau minyak, sehingga sabun dapat berfungsi sebagai emulgator.
Tabel getah buah pepaya
Nama
Warna
Rasa
Bau
Dayat
Tidak suka
Tidak suka
Tidak suka
Fenda
Tidak suka
Tidak suka
Tidak suka
Endy
Tidak suka
Tidaksuka
Tidak suka
Dedy
Tidak suka
Tidak suka
Tidak suka

Dari hasil praktikum yang dilakukan oleh para praktikan mengenai getah buah pepaya dan semua praktikan tidak menyukai warna, bau, dan rasa getah buah pepaya tersebut. Rasa getah buah pepaya yang kelat dan pahit yang luar biasa, dari segi warna dan bau juga tidak enak.
Hasil yang diperoleh dari praktikum enzim adalah sebagai berikut
Tabel krim santan kelapa yang dicampur dengan getah buah pepaya
Nama
Warna
Rasa
Bau
Dayat
Tidak suka
Tidak suka
Tidak suka
Fenda
Tidak suka
Tidak suka
Tidak suka
Endy
Tidak suka
Tidak suka
Tidak suka
Dedy
Tidak suka
Tidak suka
Tidak suka
                                                                                                           
Dari tabel, dapat disimpulkan bahwa yang menyukai krim santan kelapa yang dicampur dengan getah pepaya, ternyata tidak ada mahasiswa yang menyukai warna, rasa, maupun bau. Hal tersebut disebabkan karena campuran bahan tersebut mengandung bau yang tidak enak dicium oleh hidung, rasa yang pahit dan warna yang keruh.
Tabel krim santan kelapa

Nama
Warna
Rasa
Bau
Dayat
Suka
Suka
Suka
Fenda
Suka
Suka
Suka
Endy
Suka
Suka
Suka
Dedy
Suka
Suka
Suka

Dari tabel diperoleh hasil, bahwa semua mahasiswa menyukai warna, bau, dan rasa santan kelapa. Hal tersebut disebabkan karena krim santan kelapa mengandung rasa yang manis, bau kelapa dan warna putih kental, sehingga orang menyukainya.
 Menurut Trolsen (1990) menyatakan bahwa enzim adalah suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalisator reaksi-reaksi biokimia pada makhluk biologis zat-zat yang dihasilkan oleh reaksi adalah substrat. Maka dapat dikatakan bahwa hasil reaksi yang di dapat dari santan kelapa dan enzim papain itu adalah substrat.
            Menurut Andrew (1990) menyatakan bahwa penambahan enzim pada suatu produk akan mempercepat suatu reaksi dan sebagai hasil substratnya akan memiliki sifat-sifat yang berbeda dari produk dimana pada substrat akan ditemukan beberapa perubahan dari produk.
            Hal ini sesuai dengan hasil pada praktikum tersebut, dimana pada penambahan enzim papain dalam krim santan kelapa akan mengahasilkan bau dan rasa yang berbeda dari produk awal. Dan hal in juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti pendapat dari Arora (2001) menyatakan bahwa kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah substrat, suhu, keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH atau tingkat keasaman optimum yang berbeda-beda, karena enzim adalah protein yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.

















KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari praktikum Biokimia Dasar ini adalah bahwa senyawa asam amino larut di dalam pelarut, karena semua pelarut  merupakan pelarut polar. Dan pada hasil pereaksi Ninhindrin ditentukan oleh senyawa asam-asam amino yang dicampur dengan Ninhidrin. Beberapa karbohidrat memiliki gugus fungsi yang berbeda-beda sehingga uji-uji tersebut sangat berguna pada identifikasi yang berbeda-beda pada setiap uji yang dilakukan pada karbohidrat dengan hasil yang berbeda-beda juga.Pada kelarutan lipida bahwa semua bentuk lipid baik dalam lemak atau minyak tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut non polar, dan pada uji emulsi dari lemak yaitu bahwa emulsi dapat dihindari dengan pemberian emulgator. Dengan penambahan enzim pada suatu produk akan menghasilkan substrat yang berbeda dengan substratnya.Pada penambahan enzim papain terhadap krim santan kelapa menghasulkan substratnya yang memiliki warna,bau,dan rasa yang berbeda dengan produk awal, dimana enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti substrat, suhu, keasaman, kofaktar dan inhibitor.

Saran
            Adapun saran saya adalah seharusnya mahasiswa dapat membedakan unsur-unsur pembentuk karbohidrat dan juga alat- alat praktikum di laboratorium seharusnya harus lebih lengkap lagi.






DAFTAR PUSTAKA

Ardith. 2002. Penuntun Praktikum Biokimia Edisi 10. EGC : Jakarta.
Arkie. S. 2000. Hamparan Dunia Ilmu. Gramedia : Jakarta.
Azilla. M. S. 2002. Protein dan Asam Amino. G ramedia : Jakarta.
Bernath, F. 2002. Biokimia Dasar . Erlangga : Jakarta.
Chen Chiu. 2000. Dasar- Dasar Kimia. Gramedia : Jakarta.
David, Raah. 2005. Kimia Dasar. Erlangga : Jakarta.
Dorlice. A. 1999. Hamparan Ilmu Dunia. Science in Foas : Jatinangor.
Feliat. S. 2006. Manfaat Protein Edisi 12. Pearson and Educations : Asia.
Melisha. 2004. Kimia Nutrisi. Erlangga : Jakarta.
Mercuri. 2005. Biologi dan Kimia. Gramedia : Jakarta.
Navill. F. 2002. Kimia Lipid. Erlangga : Jakarta.
Samuel. M. 2007. Protein dan Karbohidrat. Yudisthira : Jakarta.
Solfirman. 2005. Imu- Ilmu Enzim. UGM Press : Yogyakarta.        
Sudarmadji. 1996. Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty : Jakarta.
Summer, B, James. 1996. Dasar- Dasar Biokia. Universitas Indonesia Press :
Jakarta.
Wilbraham, dkk. 1992. Anallisis Biokimia. Gramedia : Jakarta.
Winarno. 2005. Ilmu Kimia. Erlangga : Jakarta.





Minggu, 26 April 2015

STATISTIK DAN STATISTIKA



1. Arti Statistik dan Statistika
A. Pengertian statistic
Kata statistic bukan merupakan kata daribahasa Indonesia asli, secara etimologis kata "statistik" berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara. Pada mulanya, kata "statistik" diartikan sebagai "kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada "kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)" saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.
Seiring berjalannya waktu kata statistic tidak lagi dibatasi untuk kepentingan-kepentingan Negara saja tapi sudah digunakan dalam keseharian untuk mempermudah masyarakat untuk menganalisis sesuatu yang berkaitan dengan data-data. Sehingga setelah masyarakat memahami statistic dan mulai mempergunakannya dalam kehidupan sehari munculah berbagai macam nama statistic. Statistic yang menjelaskan sesuatu hal biasanya diberinama statistic mengenai hal yang bersangkutan didalamnya, contoh kumpulan data yang membahas tentang tingkat produksi suatu perusahaan dinamakan statistic produksi. Banyak persoalan baik itu seperti penelitian atau pun pengamatan yang dinyatakan dalam bentuk bilangan atau angka-angka. Kumpulan angka-angka disusun atau diatur dan disajikan dalam tabel (terkadang dilengkapi dengan gambar baik berupa diagram maupu ngrafik, hal ini dilakukan bertujuan untuk mempermudah menjelaskan isi dari data).
Maka dapat disimpulkan bahwa statistic merupakan kumpulan data baik berupa bilangan maupun bukan bilangan yang disusun dalam table ataupun diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalaaan.    
B.Pengertian statiistika
            Statistika adalah adalah ilmu yang mempelajari statistik, yaitu yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dari hasil ananlisis data dan mengambil keputusan berdasarkan hasil kesimpulan.
Pembagian Statistik
1.      Statistika Deskriptif adalah stastistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data dan menganalisis data.
2.      Statistika Induktif adalah statistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dan mengambil keputusan.
Kegunaan Statistika
Statistika dipelajari diberbagai bidang ilmu karena statistika adalah sekumpulan alat yang dapat membantu pengambilan keputusan berdasarkan hasil kesimpulan pada analisis data dari data yang dikumpulkan. Selain itu dengan statistika kita bisa meramalkan keadaan yang akan datang berdasarkan data masa lalu.

3.     Populasi dan Sampel
Populasi

            Populasi atau universe ialah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Populasi dibedakan menjadi dua yaitu:
  1. Populasi sampling, contoh apabila kita mengambil rumah tangga sebagai sampel, sedangkan yang diteliti adalah anggota rumah tangga yang bekerja sebagai PNS, maka seluruh rumah tangga adalah populasi sampling
  2. Populasi sasaran, sesuai dengan contoh di atas, maka seluruh PNS adalah populasi sasaran
     Sampel
                Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling, dengan syarat:
  1. Harus meliputi seluruh unsur sampel
  2. Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali
  3. Harus up to date
  4. Batas-batasnya harus jelas
  5. Harus dapat dilacak dilapangan
    Menurut Teken (dalam Masri Singari mbun danSofyan Efendi) Ciri-ciri sample yang ideal adalah:
  • Dapat menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti
  • Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil penelitian dengan menentukan penyimpangan baku  (standar) dari taksiran yang diperoleh
  • Sederhana, sehingga mudah dilaksanakan
  • Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang rendah....
      BeberapaTeknik dalam Pengambilan Sampel
    Ada beberapa teknik dalam pengambilan sampel, namun secara garis besardapat dibagi menjadi  dua:
    a.    Probability Sampling atau Random Sampling
  1. Simple random sampling, pengambilan sample secara acak sederhana, iala sebuah sample yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elemen dari populasi mempunyai kesempatan yang sama  untuk dipilih menjadi sample. Metode yang digunakan dengan cara (1) undian (digoncang seperti arisan), (2) ordinal (angka kelipatan), (3)tabel bilangan random
  2. Proportionate stratified random sampling, misal dengan siswa sebagai sampelnya,…maka perlu ada kalsifikasi siswa berdasar strata (misal kelas I, II dan III)
  3. Disproportional stratified random sampling,..
  4. Area Sampling, teknik pengambilan sample berdasar wilayah
  5. Kluster sampling, teknik pengambilan sample berdasar gugus atau clusters, misal: sebuah penelitian ingin mengetahui pendapatan keluarga dalam suatu desa,  dengan berbagai klaster, missal dari segi pekerjaan: Tani, Buruh, PNS, Nelayan
    b.    Non-Probability Sampling.
    Non probability sampling terdiridari:
  1. Sampling sistematis, yaitu memilih sampel dari suatu urutan daftar menurut urutan tertentu, missal tiap indivi duurutan no ke-n (10, 15, 20 dst)
  2. Sampling kuota, (quota sampling), teknik sampling yang didasarkan pada terpenuhinya jumlah sample yang diinginkan (ditentukan)
  3. Sampling aksidental, sample yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada, misalnya dengan menanyai siapa saja yang ditemui dijalan…untuk meminta pendapat tentang kenaikan harga sembako
  4. Purposive sampling, teknik pengambilan sample didasrkan atas tujuan tertentu. (orang yang dipilih betul-betul memiliki kriteria sebagai sampel)
  5. Sampling jenuh (sensus),
  6. Snowball sampling, dimulai dari kelompok kecil  yang diminta untuk menunjukkan kawan masing-masing. Kemudian kawan tersebut diminta untuk menunjukkan kawannya lagi dan seterusnya sampai secukupnya.
    4.    Teknik Penentuan Jumlah Sampel
    Salah satu cara untuk menentukan jumlah sample adalah dengan menggunakan rumus dari  Taro Yamane:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMMVZSuc1ITK-m8ZijtIAvzkkftGuIa-Ywpx8hsfq52jMN9UXwLL4iWICysckD6Nop3Gsj_VOxq0rMree8DadfwO69vxD1gx6pu8hjt4hpGZBSKQfI6xtP4Ki-1mAOqEVWSJzpB7A0AQ8/s1600/n.JPG
n= Jumlah sample,
N= Jumlah Populasi,
d² = Presisi yang inginkan (misal 5 % atau 10 %)
3. Arti Data
Pengertian Data
Data adalah fakta empirik yang dikumpulkan oleh peneliti untuk kepentingan untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. Data penelitian dapat berasal dari berbagai sumber yang dikumpulkan dengan menggunakan berbagai teknik selama kegiatan penelitian berlangsung.
Dalam pengertian lain, data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen, baik dalam bentuk statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian ( kumpulan fakta ).
Jenis-jenis Data
·         Berdasarkan sumbernya ( data primer dan data sekunder)
·         Berdasarkan sifatnya ( kualitatif dan kuantitatif )
·         Berdasarkan proses ( diskrit dan kontinum )
Berdasarkan sumber :
1.      Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya. Data primer juga disebut sebgai data asli atau data yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung. Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus dan penyebaran kuesioner.
2.      Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada ( peneliti sebagai tangan kedua ). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal dan lain-lain.
Berdasarkan Sifatnya :
1.      Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata (mutu), bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, ananlisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.
2.      Data kuantitatif
Data adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan metematika atau statistika.
Berdasarkan proses :
1.      Data diskrit
Data diskrit adalah data dalam bentuk angka yang diperoleh dengan cara membilang. Contoh data diskrit misalnya : jumlah siswa laki-laki di SD 207 sebanyak 70 orang, jumlah sekolah menengah pertama di kecamatan sungai bahar sebanyak 15. Karena diperoleh dengan cara membilang, data diskrit akan berbentuk bilangan bulat (bukan bilangan pecahan).
2.      Data kontinum
Data kontinum adalah data dalam bentuk angka atau bilangan yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran. Data kontinum dapat berbentuk bilangan bulat atau pecahan tergantung jenis skala pengukuran yang digunakan. Contoh data kontinum misalnya : tinggi badan randi adalah 155 cm, IQ dayat adalah 130.
4.Jenis Skala Pengukuran
1.      Data nominal
Data nominal adalah suatu himpunan yang terdiri dari anggota-anggota yang mempunyai kesamaan tiap anggotanya, dan memiliki perbedaan dari anggota himpunan yang lain. Variasinya tidak menunjukan perurutan atau kesinambungan, setiap variasi berdiri secara terpisah. Dalam skala nominal tidakdapat dipastikan apakah kategori satu mempunyai derajat yang lebih tinggi atau lebih rendah dari kategori yang lain ataukah kategori itu lebih baik atau lebih buruk dari kategori yang lain.
Contoh :
·         Jenis kelamin : dibedakan antara laki-laki dan perempuan
·         Pekerjaan : dapat dibedakan  petani, pegawai, pedagang dsb
·         Golongan darah : dibedakan atas Gol. O, A ,B, AB
·         Suku bangsa : dapat dibedakan suku jawa, sunda, minang dsb
Contoh Data Variabel :
·         Ya = 1 danTidak = 0
·         Pria = 1 danWanita = 0
·         Hitam = 1, Abu-abu = 2, Putih = 2

Analisis Statistik :
Angka tidak bermakna matematika. Analisis statistik yang dapat digunakan berada dalam kelompok non-parametrik yaitu frekuensi dan tabulasi silang dengan Chi-square.
2.      Data ordinal
Data ordinal adalah skala variabel yang menunjukan tingkatan-tingkatan. Skala ordinal adalah himpunan beranggota menurut rangking, urutan, pangkat atau jabatan. Skala ordinal adalah skala data kontinum yang batas satu variasi nilai yang lailain tidak jelas, sehingga yang dibandingkan hanyalah nilai tersebut lebih tinggi, sama atau lebih rendah daripada nilai yang lain.
Contoh :
·         Tingkat pendidikan : dikategorikan SD, SMP, SMA, UNIVERSITAS
·         Pendapatan : tinggi, rendah, sedang
·         Sikap ( yang diukur skala likert ) : Setuju, tidak setuju dsb.
Contoh Data Variabel :
·         Sangat Tidak Setuju= 1
Tidak Setuju = 2
Tidak Tahu = 3
Setuju = 4
Sangat Setuju = 5
·         Pendek = 1
Sedang = 2
Tinggi = 3
Analisis Statistik :
Angka 1 lebih rendah dari angka 2 dalam peringkat, tapi tidak bisa dilakukan operasi matematika. Data ordinal menggunakan
statistik non-parametrik mencakup frekuensi, median dan modus, Spearman rank-order correlation dan analisis varian.
3.      Data interval
Skala interval adalah skala data kontinum yang batas variasi nilai satu dengan yang lain jelas, sehingga jarak atau intervalnya dapat dibandingkan. Dikatakan skala interval bila jarak atau perbedaan antara nilai pengamatan satu dengan nilai pengamatan lainnya dapat diketahui secara pasti. Nilai variasi pada skala interval juga dapat dibandingkan seperti halnya pada skala ordinal ( lebih besar, sama, lebih kecil dsb ; tetapi nilai mutlaknya tidak dapat dibandingkan secara Matematis, oleh karena itu batas-batas variasi nilai pada skala interval bersifat arbitrer ( ANGKA NOL-nya TIDAK Absolut ).
Contoh :
·         Temperatur : sebagai skala interval, suhu 36° celsius jelas lebih panas daripada suhu 22° celsius.
·         Tingkat kecerdasan
·         Jarak
 Contoh Data Variabel :
·         Umur 20-30 tahun = 1
Umur 31-40 tahun = 2
Umur 41-50 tahun = 3
·         Suhu 0-50 Celsius = 1
Suhu 51-100 Celsius = 2
Suhu 101-150 Celsius = 3
Analisis Statistik :
Angka 3 berarti lebih tua atau lebih panas dari angka 2 setara dengan angka 2 terhadap angka 1, bisa operasi penjumlahan dan pengurangan. Statistik parametrik yaitu deviasi mean dan standar, korelasi r, regresi, analisis varian dan analisis faktor ditambah berbagai multi varian.
4.      Data ratio
Skala ratio adalah skala yang disamping batas intervalnya jelas, juga variasi nilainya mempunyai batas yang tegas dan mutlak ( mempunyai nilai NOL ABSOLUT ).
Contoh :
·         Tinggi badan : sebagai skala ratio, tinggi badan 175 Cm dapat dikatakan mempunyai selisih 15 Cm terhadap tinggi badan 160 Cm.
·         Berat badan
Contoh Data Variabel :
·         0 tahun, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, .....dst.
·         ..... -3C, -2C, -1C, 0C, 1C, 2C, 3C, .....dst.
·         ..... 0,71m .....5,38m .....12,42m .....dst.

Analisis Statistik :
Berlaku semua operasi matematika. Analisis statistik sama dengan skala interval.
http://2.bp.blogspot.com/-KMjWXKtGlIw/VGA1h9C47cI/AAAAAAAADVk/NZGKsaS3rlk/s1600/Skala%2BPengukuran.jpg
Tutorial Terkait :Statistik

5.     Tipe Skala Pengukuran
Untuk memperoleh data dari responden, maka diperlukan skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap yang menjadi dasar kepribadian suatu populasi. 
Para ahli sosiologi membedakan dua tipe skala menurut fenomena sosial yang diukur, yaitu :
1. Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian.
2. Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan sosial.
Berbagai skala yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi antara lain:
1. Skala Likert
            Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok
orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain:
Sangat Penting (SP), Penting (P), Ragu-ragu (R), Tidak Penting (TP), Sangat Tidak Penting (STP).
Untuk penilaian ekspektasi pelanggan, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya:
a. Sangat Penting (SP) : 5
b. Penting (P) : 4
c. Ragu-ragu (R) : 3
d. Tidak Penting (TP) : 2
e. Sangat Tidak Penting (STP) : 1
Untuk penilaian persepsi pelanggan, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya:
a. Sangat Baik (SB) : 5
b. Baik (B) : 4
c. Ragu-ragu (R) : 3
d. Tidak Baik (TB) : 2
e. Sangat Tidak Baik (STB) : 1
Instrumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
Keuntungan skala Likert adalah :
● Mudah dibuat dan diterapkan
● Terdapat kebebasan dalam memasukkan pertanyaan-pertanyaan, asalkan mesih sesuai dengan konteks permasalahan
● Jawaban suatu item dapat berupa alternative, sehingga informasi mengenai item tersebut diperjelas.
● Reliabilitas pengukuran bisa diperoleh dengan jumlah item tersebut diperjelas.

2. Skala Guttman
            Skala pengukuran dengan tipe ini akan didapatkan jawaban yang tegas. diantaranya : ‘ya’ dan ‘tidak’; ‘benar-salah’, dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Jadi, kalau pada Skala Likert terdapat 1,2,3,4,5 interval, dari kata ‘sangat setuju’ sampai ‘sangat tidak setuju’, maka pada Skala Guttman hanya ada dua interval yaitu ‘setuju’ atau ‘tidak setuju’. Penelitian menggunakan Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.

3. Semantic Differential
Skala pengukuran yang berbentuk Semantic Differensial dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinu yang jawaban “sangat positifnya” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.

4. Rating
Scale
            Dari ke tiga skala pengukuran seperti yang telah dikemukakan, data yang diperoleh semuanya adalah data kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan. Tetapi dengan
Rating Scale, data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
            Responden menjawab, senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, pernah atau tidak pernah adalah merupakan data kualitatif. Dalam skala model Rating Scale, responden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan. Oleh karena itu Rating Scale ini lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja tetapi untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya, seperti skala untuk mengukur status sosial ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Yang penting dalam Rating Scale adalah harus dapat mengartikan setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen. Orang tertentu memilih jawaban angka 2, tetapi angka 2 oleh orang tertentu belum tentu sama maknanya dengan orang lain yang juga memilih jawaban dengan angka 2.
6.     Sumber dan Instrumen Pengumpulan Data
Definisi Instrumen Pengumpulan Data
            Menurut Sumadi Suryabrata ( 2008 : 52 ) mendefisikan bahwa InstrumenPengumpulan data adalah alat yang digunakan untuk merekam –pada umumnya secara kuantitatif[1][1].
Jenis Instrumen Pengumpulan data
            Instrumen yang dipergunakan dalam upaya pengumpulan data suatu penelitian itu harus memperhatikan validitas dan reliabelitas, karena sesungguhnya data yang baik adalah data yang valid dan reliable.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat dikatakan bahwa di dalam penyusunan instrumen pengumpulan data suatu penelitian, data yang dihasilkan nanti harus mempunyai kebenaran yang dapat diukur serta mempunyai konsistensi kebenaran terhadap suatu objek sehingga adanya relevansi antara hipotesa dan kenyataan yang diperoleh melalui pengalaman secara optimal yang dengannya kesahihan penelitian dapat  diterima secara logis oleh akal.
Jenis instrumen pengumpulan data, disebut juga alat evaluasi. Menurut Mulyasa, secara garis besar terbagi menjadi dua macam, yaitu : (1)Instrumen Tes, (2) Instrumen Non Tes[2][8].
 Cara Menyusun Instrumen Pengumpulan Data
            Instrumen memegang peranan penting dalam suatu penelitian. Mutu penelitian sangat dipengaruhi oleh Instrumen penelitian yang digunakan, karena kevalidan dan kesahihan data yang diperoleh dalam suatu penelitian dsangat ditentukan oleh tepat tidaknya dalam memilih instrumen penelitian. Instrumen atau alat pengumpul data  adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Data tersebut dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
             
            Hal yang terkait jika membicarakan tentang instrumen penelitian adalah tekhnik pengumpulan data penelitian. Jika instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan dalam penelitian maka tekhnik pengumpulan data adalah merupakan cara atau prosedur yang ditempuh untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Kedua hal tersebut yaitu instrumen penelitian dan tekhnik pengumpulan data adalah merupakan dua hal yang sangat mempengaruhi kualitas data yang diperoleh peneliti dalam suatu penelitian. Sehingga kulaitas data yang dikumpulkan mempengruhi kualitas dan keabsahan serta ketepatan kesimpulan yang diperoleh peneliti setelah melakukan penelitian
    Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data
Pada bagian ini akan dibahas tentang teknik yang akan digunakan dalam pengumpulan data. Sebagaimana diketahui bahwa penelitian menurut jenis data dan analisisnya maka penelitian ada dua bentuk penelitian, yaitu; penelitian kuantitatif  dan penelitian kualitatif.
Mengingat bentuk penelitian yang banyak dilakukan di lingkungan Pasca Sarjana IAIN Raden Fatah Palembang adalah penelitian kualitatif, maka penulis akan menguraikan penjelasan dalam makalah ini, pada bagian instrumen pengumpulan data dalam bentuk penelitian kualitatif saja. Dalam penelitian ada banyak instrumen atau teknik yang dapat digunakan dalam mengumpulkan data, namun dalam penelitian kualitatif, dominan yang banyak digunakan oleh peneliti ada 4 (empat) macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan/triangulasi. Perhatikan diagram berikut:
Macam Teknik Pengumpulan Data

Observasi

Wawancara

Dokumentasi

Triangulasi/
Gabungan
 
a.    Pengumpulan data dengan observasi
    Macam-macam observasi
a)      Observasi Partisipatif (participant observastion).
Observasi partisipatif merupakan seperangkat strategi dalam penelitian yang tujuannya adalah untuk mendapatkan data yang lengkap. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan keakraban yang dekat dan mendalam dengan satu kelompok orang dilingkungan alamiah mereka. Dalam penelitian ini peneliti menetapkan sejumlah tujuan dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari objek yang sedang di telitinya.[3][13]
b)      Observasi terus terang atau tersamar
Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa ciri penelitian kualitatif diantaranya adalah untuk menemukan dan mengungkap fakta yang ada di lapangan secara alamiah (natural setting). Konsekuensinya peneliti harus secara cermat dan bijaksana menerapkan teknik pengumpulan data di lapangan pada nara sumber, agar benar-benar data diperolehnya bersifat alamiah.
“Tapi dalam suatu saat peneliti tidak terus terang atau tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan observasi[4][17].
c)      Observasi tak berstruktur
Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan di observasi. Hal ini dikarenakan peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melaksanakan penelitian tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan[5][18].
b.      Teknik pengumpulan data dengan wawancara
Dalam wawancara kita kita dihadapkan kepada dua hal. Pertama, kita harus mengadakan interaksi dengan responden. Kedua, kita menghadapi kenyataan, adanya pandangan orang lain yang kita hadapi ialah bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana kita mengolah pandangan yang mungkin berbeda itu.
Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam topik tertentu[6][22].
c.    Teknik pengumpulan data dengan dokumen
Dokumen adalah merupakan catatan peristiwa yangtelah lalu. Dokumen dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya menumental dari seseorang lainnya. Dokumen yang berbentuk tulisan, misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, film, video, CD, DVD, cassete, dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, karya lukis, patung naskah, tulisan, prasasti dan lain sebagainya.[7][28]
d.   Teknik Pengumpulan data dengan Triangulasi
Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai data dan sumber data yang telah ada. Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Triangulasi sumber berarti, untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama.
 Tujuan penelitian kualitatif memang bukan semata-mata mencari kebenaran, tetapi lebih pada pemahaman subyek terhadap dunia sekitarnya. Dalam memahami dunia sekitarnya, mungkin apa yang dikemukakan informan salah, karena tidak sesuai dengan tiori, tidak sesuai dengan hukum.
7.     Macam-macam Penyajian Data
Pengertian Penyajian Data
Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan data angka-angka yang disebut ‘data kasar’ (raw data) yang menunjukkan bahwa data tersebut belum diolah dengan teknik statistik tertentu. Jadi data tersebut masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang bisanya berupa skor dan relative banyak tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data termasuk yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, data-data itu haruslah disajikan ke dalam tampilan yang sistematis dan untuk keperluan penganalisisan biasanya data itu disusun dalam sebuah tabel. Penyajian data ini bertujuan memudahkan pengolahan data dan pembaca memahami data.
Macam – Macam Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Macam – macam penyajian data dalam bentuk tabel antara lain:
1.      Tabel Baris Kolom
Tabel yang lebih tepat disebut tabel baris kolom ini adalah tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel kontingensi dan distribusi frekuensi yaitu tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok.
Contoh, tabel daftar ip seorang mahasiswa pendidikan matematika
No
Semester
IP
1
I
3,12
2
II
3,00
3
III
3,39
4
IV
3,37
5
V
2,9
6
VI
3,3
7
VII
3,4
Tabel 1.  Baris kolom
2.      Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel, faktor yang satu terdiri atas b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.
Contoh Banyak Murid Sekolah Di Daerah Inderalaya Menurut Tingkat Sekolah Dan Jenis Kelamin Tahun 2006
JENIS KELAMIN

TINGKAT SEKOLAH
JUMLAH
SD
SMP
SMA
Laki – laki
4756
2795
1459
9012
Perempuan
4032
2116
1256
7404
Jumlah
8790
4911
2715
16416
Tabel 2.  Tabel kontingensi
3.      Tabel Silang
Data hasil penelitian yang berupa perhitungan frekuensi pemunculan data juga dapat disajikan ke dalam bentuk tabel silang. Tabel silang dapat hanya terdiri dari satu variable tetapi dapat juga terdiri dari dua variable. Tergantung pertanyaan atau keadaan yang ingin dideskripsikanTabel silang satu variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampillkan satu karakteristiknya saja. Misal jumlah keseluruhan. Sementara tabel silang dua variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan dua karakteristiknya. Misalnya jumlah keseluruhan dan jumlah per gender.
Contoh:
Dalam suatu penelitian angket pada 34 siswa kelas XI.A tentang mata pelajaran MIPA yang disukai, diperoleh hasil data sebagai berikut:
No.
Mata Pelajaran
Jumlah
1
Matematika
11
2
Kimia
10
3
Fisika
7
4
Biologi
6
Tabel 2.1 Penyajian Data dalam bentuk tabel silang satu variable
No.
Mata Pelajaran
Siswa Yang Menyukai
Jumlah
Siswa Laki - Laki
Siswa Perempuan
1
Matematika
8
3
11
2
Kimia
4
6
10
3
Fisika
5
2
7
4
Biologi
2
4
6
Tabel 2.2 Penyajian Data dalam bentuk tabel silang dua variable
A.    Macam – macam Penyajian Data dalam Bentuk Grafik
Selain dapat disajikan ke dalam bentuk tabel sebagaimana dikemukakan di atas, data-data angka juga dapat disajikan ke dalam bentuk grafik, atau lengkapnya grafik frekuensi. Pembuatan grafikfrekuensi pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari pembuatan tabel distribusi frekuensi karena pembuatan grafik itu haruslah didasarkan pada tabel distribusi frekuensi. Grafik Histogram / Batang
Histogram merupakan grafik dari distribusi frekuensi suatu variable. Tampilan histogram berupa petak-petak empat persegi panjang. Sebagai sumbu horizontal boleh memakai tepi-tepi kelas, batas-batas kelas atau nilai variabel yang diobservasi, sedang sumbu vertical menunjukkan frekuensi. Untuk distribusi bergolong atau berkelompok yang menjadi absis adalah nilai tengah dari masing-masing kelas. (Drs. Ating Somantri, 2006:113)
1.      Grafik Poligon
Poligon merupakan grafik distribusi dari distribusi frekuensi bergolong suatu variable. Tampilan polygon berupa garis-garis patah yang diperoleh dengan cara menghubungkan puncak dari masing-masing nilai tengah kelas. Jadi absisnya adalah nilai tengah dari masing-masing kelas. (Drs. Ating Somantri, 2006:114):
Tabel distribusi frekuensi hasil ujian matematika Kelas XI SMA Cendekia di Kalimantan Barat diberikan pada Tabel 6. Buatlah histogram dan poligon frekuensinya.
Tablel 6. Tabel distribusi frekuensi hasil ujian matematika Kelas XI SMA Cendekia di Kalimantan Barat
Kelas Interval
Frekuensi
21–30
2
31–40
3
41–50
11
51–60
20
61–70
33
71–80
24
81–90
7
100


                 





histogram
Gambar 4. Poligon frekuensi hasil ujian matematika Kelas XI SMA Cendekia di Kalimantan Barat.

2.      Grafik Kurve
Kurve merupakan perataan atau penghalusan dari garis-garis polygon. Gambar polygon sering tidak rata karena adanya perbedaan frekuensi data skor dan data skor itu sendiri mencerminkan fluktuasi sampel. Pembuatan kurve dilakukan dengan meratakan garis gambar polygon yang tidak rata dan terlihat tidak beraturan sehingga menjadi rata. (Burhan Nurgiyantoro, 2004:49)

3.      Grafik Garis
      Grafik garis dibuat biasanya untuk menunjukkan perkembangan suatu keadaan. Perkembangan tersebut bias naik bias turun. Hal ini akan Nampak secara visual melalui garis dalam grafik. Dalam grafik terdapat garis vertical yang menunjukkan jumlah dan yang mendatar menunjukkan variable tertentu yang ditunjukkan pada gambar dibawah, yang perlu diperhatikan dalam membuat grafik adalah ketepatan membuat skala pada garis vertical yang akan mencerminkan keadaan jumlah hasil observasi. (Dr. Sugiyono, 2002:34)
Contoh : Perkembangan nilai ujian matematika Adit semester 1 tahun ajaran 2012/2013 sebagai berikut:
Ujian Semester ke
Nilai
1
80
2
95
3
60
4
100
5
85


B.     Diagram Lingkaran
Cara lain untuk menyajikan data hasil penelitian adalah dengan diagram lingkaran. Diagram lingkaran digunakan untuk membandingkan data dari berbagai kelompok. (Dr. Sugiyono, 2002:37)
Contoh            : Dari hasil penelitian mengenai pelajaran matematika dengan sampel 50 siswa di smp  negeri 24 prabumulih diperoleh data sebagai berikut:
No
Penilaian
Jumlah
1
Sangat Suka
12
2
Suka
13
3
Tidak Suka
19
4
Sangat Tidak Suka
               6

Penyajian data tersebut dalam diagram lingkaran adalah sebgai berikut:
1.      Cari persentase masing-masing data tersebut.
·         Sangat Suka =
·         Suka =
·         Tidak Suka =
·         Sangat Tidak Suka =
2.      Cari Luas sudut yang dibutuhkan untuk setiap data.
·         Sangat Suka =
·         Suka =
·         Tidak Suka =
·         Sangat Tidak Suka =
3.      Selanjutnya luas-luas kelompok data tersebut digambarkan ke dalam bentuk lingkaran.



8.     Hipotesis Penenelitian

1.PengertianHipotesis
            Hipotesis adalah usulan keterangan untuk gejala atau dugaan sementara.
Dalam metode hipotetik-deduktif, hipotesis sebaiknya falsi fabel, berarti bahwa mungkin bahwa itu bisa diperlihatkan bahwa itu adalah salah, biasanya oleh pengamatan.
Sebagai contoh, seorang pembaca yang menemukan artikel yang bermutu tinggi di Wikipedia mungkin membentuk hipotesis bahwa artikel Wikipedia hanya bisa diredaksikan oleh sangat memenuhi syarat profesor dengan Ph.Dlipatganda. Ini bisa dianggap sebagai hipotesis, karena falsi fabel; bisa disalahkan dengan menyadari bahwa siapa saja bisa meredaksikan artikel Wikipedia, menggunakan pautan "Sunting halaman ini" di atas semua hal aman. Suatu eksperimen sehubungan dengan ini adalah dengan mengklik pautan itu, meredaksikan halaman, dan menyimpannya. Jika halaman yang diganti muncul, dan anda tidak mempunyai ini Ph.Dganda, hipotesis anda disalahkan, dan eksperimen berakhir.
2. Cara Membuat Hipotesis Yang Baik
MembuatHipotesis yang Baik
Posted in
21:05
Persyaratan untuk Membuat Hipotesis yang Baik yaitu :
- Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian dan dirumuskan dengan jelas.
- Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris. Menunjukkan dengan nyata adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.
- Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya dan didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan.
Menurut bentuknya, Hipotesis dibagi menjadi tiga
1. Hipotesis penelitian / kerja: Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji.
Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya  selama melakukan penelitian.
Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress
2. Hipotesis operasional: Hipotesis operasional merupakan Hipotesis yang bersifat obyektif.
Artinya peneliti merumuskan Hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa Hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesisnol (H0).
H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
3. Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik.
Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif).
Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0
3. Ciri-Ciri Hipotesis
Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik
Karakteristik Hipotesis yang Baik
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
3) Hipotesis harus dapat diuji
4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

MENGUJI HIPOTESIS
            Suatu hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi empiris yang memberi data yang diperlukan. Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita harus menyimpulkan hipotesis ,apakah harus menerima atau menolak hipotesis. Ada bahayanya seorang peneliti cenderung untuk menerima atau membenarkan hipotesisnya, karena ia dipengaruhi bias atau perasangka. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah menurut ketentuan statistik dapat ditiadakan bias itu sedapat mungkin, jadi seorang peneliti harus jujur, jangan memanipulasi data, dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai usaha untuk mencari kebenaran.